• Sudah Saatnya Bank Syariah Jadi Pemain Besar



    Meski masih kecil, perbankan syariah didorong untuk mulai menjadi pemain besar dengan ikut membiayai proyek pemerintah. Konsolidasi bisa dilakukan sebagai salah satu cara.

    Membuka Rapat Kerja Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan untuk membangun proyek pemerintah, akan ada dorongongan agar pembiayaannya menggunakan produk syariah.

    Karena modalnya masih kecil, akan dilakukan konsolidasi. Muliaman mengatakan rencana itu akan diumumkan dalam masterplan keuangan syariah oleh OJK dalam satu dua pekan ini.
    ''Sudah saatnya syariah tidak main yang kecil-kecil. Meski harus kerja keras, ruangnya masih terbuka,'' kata Muliaman, Selasa (18/2).

    Dengan begitu, masyarakat pun bisa berpartisipasi dalam pembangunan. Sudah waktunya untuk memperbaiki Rasio Gini Indonesia melalui alternatif yang ada setelah banyak cara dan subsidi dikucurkan pemerintah tapi kondisi belum membaik.

    Apalagi produk keuangan syariah terbilang lengkap, tidak hanya perbankan, tapi juga memiliki. Direktur Keuangan Bank Syariah Mandiri (BSM) Agus Dwi Handaya menyampaikan BSM sangat setuju dengan imbauan OJK tersebut.

    Dalam hal ini, BSM menyikapinya melalui sinergi pembiayaan (sindikasi untuk porsi yang sesuai prinsip syariah) dengan Bank Mandiri untuk pembiayaan infrastuktur dan pembiayaa BUMN/Negara.

    Jika selama ini fokus pertumbuhan ada di segmen ritel, maka pada 2015 ini BSM akan lebih berimbang. Sekitar 50 persen dari target pertumbuhan di 2015 ada di segmen wholesale, termasuk didalamnya untuk pembiayaan proyek negara dan infrastruktur.

    Sumber: Republika
  • OJK: Sudah Saatnya Indonesia Punya Bank Syariah Besar

    JAKARTA--Menghadapi sejumlah tantangan, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyebut sudah saatnya Indonesia memiliki bank syariah besar.

    Ini disampaikan Muliaman dalam Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2015, Jumat (16/1) malam lalu. ''Sudah waktunya juga bagi kita untuk memiliki sebuah bank syariah yang lebih besar,'' kata Muliaman dalam acara yang dihadiri Wakil Presiden, Menteri Koodinator Perekonomian, Deputi-Deputi Gubernur Bank Indonesia dan pelaku industri keuangan.

    Usai acara, Muliaman sempat mengatakan pembicaraan mengenai bank syariah lebih besar sudah dibicarakan dengan pemerintah. Tapi ia menolak membicarakan lebih detil. ''Tunggu saja,'' kata dia.

    Bank syariah yang disebut Muliaman diharapkan mampu meningkatkan akses dan menyediakan berbagai moda pembiayaan, termasuk pembiayaan infrastruktur dengan permodalan yang lebih besar.

    Sektor jasa keuangan syariah saat ini, tutur Muliaman, menghadapi tantangan berupa perlambatan pertumbuhan. Untuk mengatasi itu, sektor jasa keuangan syariah perlu meningkatkan inovasi dalam mengembangkan produknya.

    Juga memperluas jaringan melalui sinergi dengan lembaga keuangan konvensional, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Yang juga penting adalah edukasi tentang keuangan syariah kepada masyarakat.

    OJK berterima kasih kepada Bappenas, yang telah turut serta mendorong pengembangan keuangan syariah melalui penerbitan Masterplan Industri Keuangan Syariah Indonesia. ''Mudah-mudahan masterplan ini akan menjadi pedoman bagi pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia,'' kata Muliaman.


    Adanya Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah di 2015 ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada OJK, pemerintah dan instansi terkait lain. Ini tidak lain untuk mendukung peran industri keuangan syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan akses keuangan dan penyediaan pembiayaan infrastruktur.

    Sumber: Republika
  • OJK: Pengaduan Produk Syariah Relatif Rendah


    JAKARTA--Dibandingkan dengan produk keuangan konvensional, pengaduan produk keuangan syariah kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) relatif rendah.

    Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S. Soetiono mengaku aduan konsumen atas produk keuangan syariah memang ada, tapi jumlahnya sangat kecil, sekitar 200 kasus. Hingga Januari 2015, OJK menerima 3.118 pengaduan.

    ''Masalahnya karena belum tahu. Kasus perbankan syariah misalnya gadai emas di perbankan,'' kata Kusumaningtuti, Rabu (21/1). Karena belum ada lembaga alternatif penyelesaian sengketa (LAPS), dulu BI yang memediasi dan sekarang OJK.
    Kebanyakan kasus pun merupakan pengalihan dari BI. Usai pertemuan tahunan pelaku industri jasa keuangan dengan OJK akhir pekan lalu, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sri Rahayu Widodo juga menyampaikan pengaduan keuangan syariah relatif rendah dibanding konvensional.

    Pengenalan produk keuangan syariah dilakukan bersama dengan konvensional. Memang ada upaya juga memasyarakatkan istilah-istilah syariah menggunakan padanan istilah dalam bahasa Indonesia sehingga lebih mudah dimengerti. Secara bertahan OJK sedang menyederhanakan istilah syariah karena tidak hanya untuk Muslim tapi juga yang lain.

    Komunitas seperti Hijaber, Fatayat NU, dan Majelis Taklim dimanfaatkan OJK untuk melakukan sosialisasi keuangan serta pengenalan produk keuangan konvensional dan syariah. Untuk komunitas yang spesifik, misalnya sudah jadi nasabah perbankan, yang disampaikan berkaitan dengan peningakatan kapasitas.

    ''Mungkin awalnya hanya bank, lalu dikenalkan pada pasar modal syariah dan asuransi syariah untuk mengakumulasi pasar,'' kata Sri.

    Sumber : Republika
  • TRAINING PSHYCOTEST DAN INTERVIEW

    HAMASAH (Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah) mengadakan Training Psikotes dan Interview yang dikhususkan untuk mahasiswa tingkat akhir. Bertempat di kampus STEI SEBI, acara yang dilaksanakan senin 8 Desember 2014 mendatangkan Ibu Nia Adriani, S.Psi., CHRP sebagai pembicara yang telah berpengalaman dibidang perekrutan karyawan disebuah perusahaan.

    Berawal dari Mahasiswa Tingkat akhir (2011) yang sedang menyelesaikan skripsi. Yang pasti nantinya banyak yang akan ingin terjun ke dunia kerja (organisasi, instansi pemerintahan, perusahaan).Hamasah tergerak untuk kembali membuat sebuah acara training untuk Mahasiswa Akhir sebagai ilmu dasar pengenalan akan psikotes dan interview, diharapkan dengan mendapatkan ilmu dan pelatihan tentang tersebut, Mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia kerja, dapat terserap dengan baik.

    Pemandu acara yang yang dibawakan oleh saudara Multazam Zakaria mampu memberikan suasana hangat di awal acara. Dilanjutkan dengan tilawah dari Anas dan Tri Wibowo, kemudian kata sambutan dari ketua panitia Irawansyah sebagai sign acara telah resmi dibuka.

    Tiba di acara inti yaitu pemberian materi tentang psikotes dan interview oleh Ibu Nia Adriani, S.Psi., CHRP yang mampu menciptakan suasana training yang luar biasa. Mahasiswa diperkenalkan tentang interview hingga langkah-langkah yang ditempuh agar sukses di psikotes dan interview. Materi disampaikan dengan balutan cerita dari pengalaman Ibu Nia sebagai seorang interview. Sehingga suasana training sangat akrab dan terbuka.

  • Copyright © 2015 - Hamasah - All Right Reserved

    HAMASAH Powered by Blogger - Designed by Y.A