Tampilkan postingan dengan label dokumentasi. Tampilkan semua postingan
  • Perbankan Syariah Di BSM (Bank Syariah Mandiri)


        Halo kawan-kawan hamasah, bloggers, dan siapapun pembaca tulisan ini, saya ingin berbagi pengetahuan tentang perbankan syariah nih, khususnya buat kalian yang memiliki cita-cita kerja di bank syariah. Bank syariah di Indonesia sekarang ini sudah mulai banyak dan mudah ditemukan di daerah tempat tinggal kita khususnya di daerah Jabodetabek, bank syariah tersebut diantaranya adalah bank muamalat, bank syariah mandiri, BNI syariah, BRI syariah, dan lain-lain. 

        Karna kebetulan saya habis kerja di Bank Syariah Mandiri selama 2bulan kurang, maka saya akan menceritakan tentang BSM. BSM atau kepanjangan dari Bank Syariah Mandiri, atau biasa juga disebut Mandiri Syariah merupakan bank yang 99,9% saham nya dimiliki oleh Bank Mandiri (bisa dibaca di Wikipedia).

        BSM sekarang ini bisa dibilang bank syariah yang sudah memiliki ‘nama’, bahkan dari beberapa survey yang membahas tentang bank syariah, BSM ini beberapa kali meraih peringkat pertama, termasuk bank yang patut diperhitungkan bukan? Jawabannya tentu Ya, bahkan aset BSM sudah mencapai lebih dari 67 triliun, pada semester 1 tahun 2015. Nah, dari sini sudah bisa dilihat bahwa BSM merupakan bank syariah di Indonesia yang sudah memiliki nama di dunia perbankan.

    Pada ramadhan 1436 H kemarin, saya menjadi relawan (volunteer) LAZNAS BSM dan ditempatkan di Bank Syariah Mandiri KC Pondok Gede. Banyak pelajaran dan pengetahuan yang saya dapat saat ditempatkan di bank tersebut, tidak hanya mengerti tentang ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh, Wakaf) tapi saya juga belajar tentang dunia perbankan. Saya mengenal tentang bagian-bagian yang ada dalam Bank Syariah Mandiri. 

    • Yang pertama, Teller! 


        Teller merupakan tempat transaksi nasabah dan bank secara langsung. Jadi, disini nasabah yang ingin melakukan penyetoran uang, tarik tunai, transfer, maupun pembayaran bisa dilakukan disini. Teller biasanya melayani 1 nasabah sekitar 5 menit, tidak boleh lebih dari itu kecuali kalau ada hal mendesak yang membutuhkan waktu lebih dari 5 menit. 

    • Customer Service (CS)


    Selanjutnya setelah Teller yaitu Customer Service (biasa disebut CS), CS ini memiliki fungsi sebagai tempat pembukaan rekening, komplain dari nasabah maupun penutupan rekening. Jika seorang nasabah memiliki masalah terkait atm atau tabungannya maka bisa diajukan di Teller, seperti tidak bisa transfer antar bank, ATM nya jatuh di jalan, net bankingnya bermasalah, serta hal apapun yang dapat ditanyakan di Customer Service. 

    • Security


    Lanjut yang ketiga ada Security, fungsi security ini sangat membantu nasabah yang datang di BSM. Security akan menyapa nasabah yang baru datang dan menanyakan perihal apa yang dibutuhkan oleh nasabah. Setelah itu security akan menunjukkan nasabah harus pergi ke Teller, CS, ataupun ke bagian marketing lain. Contohnya jika ada nasabah yang ingin melakukan transaksi penarikan tunai, security akan menunjukkan untuk ke Teller. Lalu, jika ada kasus nasabah kehilangan buku tabungan maka security akan menunjukkan ke CS. Atau bahkan ada seorang nasabah yang ingin meminjam uang untuk membuka usaha maka security akan menunjukkan ke bagian staff Warung Mikro. Teller, CS, dan security merupakan karyawan yang berada di lantai 1 atau biasa disebut front liner.  Tak hanya Teller, CS, dan security, tapi ada Manager Officer dan beberapa staff lain di bagian front liner.

        Ke lantai selanjutnya, ada lantai 2 yang berisi para marketing dengan berbeda-beda divisi, yaitu ada marketing priority, marketing gadai emas, marketing KPR, serta marketing pembiayaan pensiunan. Jika kita lihat perbankan sekarang, maka tak hanya kegiatan yang hanya menabung dan mengambil uang saja. Tapi juga seperti lembaga keuangan lainnya, BSM menyediakan jasa seperti layaknya pegadaian dalam bentuk emas, asuransi yang bekerja sama dengan AXA mandiri, pembiayaan KPR untuk membeli rumah dengan cara kredit, bahkan menyediakan jasa pembiayaan pensiun. Harga yang ditawarkan juga variatif, bahkan tidak terlalu memberatkan nasabah, karna keuntungan yang diambil juga tidak terlalu besar. Marketing Priority, seperti namanya marketing bagian ini merupakan marketing yang melayani nasabah priority. Nasabah priority ini adalah nasabah yang memiliki tabungan di BSM Minimal 250 juta dan tidak terpakai/mengendap selama kurun waktu 3 bulan. Karna nasabah priority ini nasabah khusus dan bisa dibilang sangat sibuk, maka dibutuhkanlah marketing priority ini. Yang nantinya melayani segala transaksi nasabah priority baik di dalam bank, maupun di rumah nasabah priority nya langsung. Yang kedua ada Marketing gadai emas, ini diperuntukkan untuk orang yang membutuhkan dana cepat dan memiliki emas. Dengan cara menggadaikan emas sesuai dengan daftar harga emas yang dibuat oleh BSM, dan melalui proses persyaratan maka barulah dana tersebut bisa dicairkan. Selanjutnya, pembiayaan KPR ini diperuntukkan untuk orang yang ingin memiliki rumah dengan cara kredit. Yaitu dengan cara mengumpulkan berkas-berkas untuk persyaratannya, lalu melalui pertimbangan dari pihak marketingnya tersebut maka jika melewati kualifikasi tentunya akan mendapatkan dana untuk pembiayaan KPR. Pelunasannya pun dengan cara cicilan perbulan, yang tentunya variatif harganya. Lalu program baru yang muncul di BSM adalah pembiayaan pensiunan. Pembiayaan pensiunan ini diperuntukkan untuk pekerja dihari masa pensiunnya, jadi dengan melakukan iuran perbulan yang nantinya akan digunakkan di hari masa tua. Jika berminat dengan produk-produk dan jasa BSM ini silahkan saja langsung ke kantor BSM terdekat!

        Keatas lagi dilantai 3 ada bagian staff warung mikro. Staff warung mikro ini karyawan BSM yang memiliki seragam khusus, jadi seragamnya ini berbeda dengan karyawan BSM yang lainnya. Bagian staff warung mikro ini merupakan unit pemberian pinjaman untuk membuka usaha bagi nasabah. Jika ada nasabah yang ingin membuat usaha mikro yang nominalnya di bawah 100 juta maka bisa mengajukan pinjaman ke bagian ini. Yang tentunya harus melalui beberapa persyaratan, jika memenuhi kriteria maka pengajuannya diterima dan nasabah tersebut akan diberi pinjaman uang tunai sesuai yang diajukan. Tidak hanya buat usaha, jika nasabah ingin meminjam uang dibawah nominal 100 juta untuk urusan pribadi pun juga bisa diajukan di bagian staff warung mikro ini, asalkan nominalnya dibawah 100 juta dan juga memenuhi kriteria. Selanjutnya jika anda berminat meminjam uang tanpa RIBA maka Bank Syariah Mandiri ini bisa jadi solusinya. Baiklah, mungkin ini sekilas info tentang BSM yang saya ketahui, mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan dalam informasi maupun penulisan. Jika ada komentar atau saran bisa dituangkan dalam comment di blog ini atau melalui email saya. Terimakasih sudah membaca.

    -Author: Fathimah Ali, MPS 2013 A, fathimaha84@yahoo.com-
  • TRAINING PSHYCOTEST DAN INTERVIEW

    HAMASAH (Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah) mengadakan Training Psikotes dan Interview yang dikhususkan untuk mahasiswa tingkat akhir. Bertempat di kampus STEI SEBI, acara yang dilaksanakan senin 8 Desember 2014 mendatangkan Ibu Nia Adriani, S.Psi., CHRP sebagai pembicara yang telah berpengalaman dibidang perekrutan karyawan disebuah perusahaan.

    Berawal dari Mahasiswa Tingkat akhir (2011) yang sedang menyelesaikan skripsi. Yang pasti nantinya banyak yang akan ingin terjun ke dunia kerja (organisasi, instansi pemerintahan, perusahaan).Hamasah tergerak untuk kembali membuat sebuah acara training untuk Mahasiswa Akhir sebagai ilmu dasar pengenalan akan psikotes dan interview, diharapkan dengan mendapatkan ilmu dan pelatihan tentang tersebut, Mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia kerja, dapat terserap dengan baik.

    Pemandu acara yang yang dibawakan oleh saudara Multazam Zakaria mampu memberikan suasana hangat di awal acara. Dilanjutkan dengan tilawah dari Anas dan Tri Wibowo, kemudian kata sambutan dari ketua panitia Irawansyah sebagai sign acara telah resmi dibuka.

    Tiba di acara inti yaitu pemberian materi tentang psikotes dan interview oleh Ibu Nia Adriani, S.Psi., CHRP yang mampu menciptakan suasana training yang luar biasa. Mahasiswa diperkenalkan tentang interview hingga langkah-langkah yang ditempuh agar sukses di psikotes dan interview. Materi disampaikan dengan balutan cerita dari pengalaman Ibu Nia sebagai seorang interview. Sehingga suasana training sangat akrab dan terbuka.

  • Pemberdayaan Zakat Untuk Kemajuan Ekonomi Umat


    Depok, Jawa Barat. Alhamdulillah telah dilaksanakan seminar IAEI yang ke 11 di Kampus STEI SEBI. Menghadirkan 3 pembicara yaitu Irfan Syauqi Beik Phd., Endang Ahmad Yani dan Tomy Hendrajati, ketiga pembicara tersebut mengupas secara tuntas zakat dikaitkan dari sisi keilmuan, praktek dan kelembagaan dari zakat yang telah berjalan dimasyarakat. Acara tersebut di buka oleh Tim Nasyid dari STEI SEBI dengan Keynote Specch oleh Bapak Drs. Agustianto M.Ag (Ketua 1 Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI))
    Dalam penelitian yang dilakukan oleh Peneliti STEI SEBI yaitu Endang Ahmad Yani mendeskripsikan bahwa BAZ dan LAZ belum mendapatkan kepercayaan publik. Bahkan pada beberapa daerah PNS sendiri masih enggan membayar Zakat melalui BAZ. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap fiqih Zakat.  Hal utama yang mengakibatkan Zakat nilainya menjadi kecil dibanding potensinya karena pemahaman masyarakat yang salah. Misalkan ketika sudah membayar Zakat fitrah maka Zakat harta dan Zakat profesi tidak perlu lagi dibayar dan Masyarakat masih memandang bahwa membayar Zakat secara langsung ke mustahiq lebih baik.
    Kaitannya dengan itu PKPU sebagai salah satu NGO di Indonesia yang memiliki program pengembangan masyarakat menengah kebawah, dan program yang pernah dilakukan diantarannya, Pengembangan Desa Muncang Menjadi Sentra Produksi Pisang Ambon, Peningkatan jumlah penerima manfaat dari 30 orang pada awal program menjadi 50 orang, pengembangan jaringan marketing bagi pemasaran produk pertanian masyarakat, pendirian kelompok tani “Waluya” yang berperan sebagai sarana dan keberlanjutan program terkait sistem produksi dan marketing setelah program berakhir, dan Penggalian potensi masyarakat melalui kerjasama antara masyarakat, LSM (PKPU) dan akademisi (IPB).
    PKPU juga mengaharapkan pelaksanaan program dapat terus didukung melalui pengembangan dari sektor zakat. Potensi Zakat Nasional pada tahun 2012 adalah 3,4 % PDB atau sebesar Rp. 217 Triliun. Proyeksi lima tahun BAZNAS selama 5 tahun kedepan diharapkan juga terus meningkat melalui proyeksi Fondasi, Konsolidasi, pertumbuhan, percepatan dan pemantapan.
    Kesimpulannya singkronisasi dalam terhadap perdayaan zakat dalam pengembangan ekonomi umat perlu dilaksanakan dengan baik dan perubahan dalam sikap untuk membayar zakat perlu digencarkan lagi. Acara tersebut dihadiri oleh akademisi, praktisi BUMN dan Kementrian Keuangan RI.

    Sumber : IAEI
  • Copyright © 2015 - Hamasah - All Right Reserved

    HAMASAH Powered by Blogger - Designed by Y.A